Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kenang Pengorbanan Pendahulu, Lantamal IX Gelar Upacara Hari Dharma Samudera


PEMUDA MARITIM – Prajurit Lantamal IX Ambon melaksanakan upacara memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2018 yang diperingati setiap tanggal 15 Januari. Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Kolonel Marinir Imam Sopingi, sedangkan Komandan Upacara Letkol Laut (KH) Jamaludin, Senin (15/01).

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi memberikan amanat yang dibacakan Irup yang menyampaikan bahwa upacara yang diselenggarakan setiap tahun ini, pada hakikatnya merupakan bentuk penghormatan, sekaligus mengenang peristiwa heroik yang terjadi di laut Aru pada 56 tahun silam. Di mana telah gugur para pahlawan kita sebagai kusuma bangsa untuk mempertahankan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut dijelaskan, pada tanggal 15 Januari 1962 telah terjadi pertempuran di laut Aru, dimana Komodor Yos Sudarso sebagai Senior Officer Present Afloat (SOPA) On Board di RI Matjan Tutul yang tertembak kapal perang Belanda dan tenggelam, gugur bersama awak RI Matjan Tutul.

Pengorbanan para pahlawan tersebut, telah menorehkan tinta emas dalam sejarah Nasional perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengenang peristiwa heroik tersebut, pemimpin TNI Angkatan Laut menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Dharma Samudera.

Para pahlawan Laut Aru telah memberikan keteladanan sejati kepada kita, yakni sikap ksatria dan rela berkorban. Mereka telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak pernah gentar menghadapi musuh dalam upaya mempertahankan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sikap ksatria dan rela berkorban tersebut merupakan cerminan dari kedisiplinan, hierarki, dan kehormatan militer yang selalu terjaga meskipun dalam kondisi kritis sekalipun.

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa dan prajurit matra laut pengawal samudera, sikap ksatria dan suri teladan yang ditunjukan oleh pendahulu kita harus diwarisi dengan sepenuh hati.

Selain itu, konstelasi geografis Indonesia yang terdiri dari dua pertiga wilayah lautan akan mengundang pihak–pihak tertentu untuk datang memanfaatkan laut demi kepentingannya. Bagi bangsa Indonesia, selain manfaat ekonomi, laut juga merupakan mandala utama pertahanan Indonesia.

Oleh sebab itu, bagi bangsa Indonesia pertahanan laut yang kuat merupakan suatu kebutuhan yang tidak diragukan lagi, karena tanpa pertahan laut yang kuat, pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab akan mengambil keuntungan di wilayah perairan kita.

Lebih tegas disampaikan, penekanan kepada kita semua untuk mengaktualisasi nilai–nilai perjuangan, patriotisme, kepahlawanan, serta nilai–nilai keteladanan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita, sebagai konstribusi positif karya nyata dari segenap prajurit matra laut dalam pengabdian kepada Negara dan Bangsa, serta demi terwujudnya TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani serta berkelas dunia.

Diharapkan melalui upacara peringatan Hari Dharma Samudera penghormatan dan penghargaan kita semua atas jasa dan pengorbanan para pahlawan samudera dapat terpelihara. Di samping itu, peringatan ini hendaknya dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali tekad dan semangat kita agar tetap tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Hadir dalam upacara Asintel Danlantamal IX Kolonel Marinir Said Latuconsina, Asops Danlantamal IX Kolonel Laut (P) Dede Burhanudin, Aspers Danlantamal IX Kolonel Laut (S) Mukti Gilang Mulyawan, Aslog Danlantamal IX Kolonel Laut (T) Yudho Prijanto, Asrena Danlantamal IX Letkol Laut (S) Dodik Pujiargo, para Kadis/Kasatker Lantamal IX, personel militer dan ASN Lantamal IX serta Yonmarhanlan IX.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply