Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » Kinerja Perikanan Nasional Melambat, KNTI: Benahi Tata Kelola

Doc. m.akurat.co

PEMUDA MARITIM – Kinerja perikanan nasional pada tiga tahun terakhir menunjukkan perlambatan. Pasalnya, target produksi perikanan nasional yang dicanangkan, nyaris tidak ada yang tercapai. Ekspor perikanan nasional juga mengalami kemerosotan. Selain itu, angka kredit macet untuk UMKM Sektor Perikanan pun mengalami peningkatan, demikian disampaikan Niko Amrullah Ketua Departemen Kajian Strategis Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Jakarta, Minggu (14/01/2018).

"Realisasi produksi perikanan di tahun 2015 mencapai 10,87 juta ton, sementara targetnya adalah 13,6 juta ton. Juga di tahun 2017, realisasi produksi adalah 9,91 juta ton sedangkan targetnya pada angka 16,04 juta ton," kata Niko.

Untuk realisasi ekspor perikanan nasional, lanjut Niko, tahun 2015 mencapai 3,95 Miliar USD padahal target ekspor mencapai 5,86 Miliar USD. Tahun 2016, realisasi hanya mencapai sekitar 44,5% yakni dari target 6,82 miliar USD terealisasi sebesar 3,78 miliar USD. Sementara untuk 2017, realisasi ekspor mencapai 58,4%, dari target 7,62 miliar USD terealisasi 3,17 miliar USD.

"Jadi, realisasi ekspor perikanan nasional pun mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir," kata dia.

"Sebagai pembanding, ekspor perikanan Vietnam mencapai 2 kali lipat dari Indonesia, padahal Indonesia memiliki panjang garis pantai 30 kali lipat lebih panjang dan juga mempunyai zona ekonomi ekslusif (ZEE) yang luasnya 3 kali lebih luas dari Vietnam," kata dia.

Sedangkan angka kredit macet UMKM Sektor Perikanan mengalami kenaikan dari 4,30% di 2016 menjadi 5,04% di 2017. Hal ini menunjukkan kelesuan giat usaha ekonomi skala kecil menengah di sektor perikanan.

Niko menjelaskan bahwa kondisi perikanan kita mengalami kesalahan orientasi tata kelola. Tiga tahun poros maritim belum menampakkan dampak nyata terhadap kesejahteraan nelayan.

"Karenanya, perbaikan tata kelola perlu ditingkatkan. Pertama, internal Kementerian Kelautan Perikanan sebagai ujung tombak representasi pemerintah dalam mensejahterakan nelayan. Kedua, lembaga (organisasi) dan kelembagaan (aturan main) di dalam masyarakat pesisir perlu dikuatkan untuk akselerasi pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir," pungkas Niko.


Jakarta, 14 Januari 2018*.


Informasi lebih lanjut
Niko Amrullah
Ketua Departemen Kajian Strategis DPP KNTI
Mob: +62 812 9787 5162 | Email: nikoamroe@gmail.com



Sumber: Humas Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply