Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » APMI Lombok Tengah Ajak Pemuda Berinovasi dalam bidang Teknologi Maritim untuk Kemandirian Bangsa


Kapal tanpa awak NKRI/Karya Anak Bangsa

PEMUDA MARITIM – (21/1) Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Lombok Tengah menggelar diskusi online bersama Malik Khidir, S.T (CEO STECHOQ Robotika dan Wakil Ketua Bidang Teknologi Kemaritiman Pengurus Pusat APMI) dengan tema "Menggali Ide dan Inovasi Teknologi Maritim untuk Kemandirian Bangsa".

Kegiatan diskusi yang terbuka untuk umum ini, diikuti oleh 176 pesrta yang terdiri dari berbagai organisasi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Khidir membuka diskusi dengan menerangkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan melebihi daratan. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, dan memiliki kekayaan sumberdaya alam yang besar. Sebagai negara kepulauan, harusnya Indonesia juga disebut sebagai negara maritim.

"Namun sayangnya, julukan Indonesia sebagai negara maritim dipandang belum tepat. Alasan mendasar mengenai hal ini dikarenakan paradigma pembangunan di Indonesia selama beberapa dekade ini bias daratan. Akibatnya ketimpangan pembangunan antara daratan dan lautan begitu terlihat." Jelas Khidir

Mengutip dari Kadar (2015) Negara maritim adalah negara yang memanfaatkan secara optimal wilayah lautnya dalam konteks pelayaran secara umum. Contoh negara-negara maritim diantaranya: Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Thiongkok, dan Panama. Negara-negara tersebut dikategorikan sebagai negara maritim, karena melakukan manajemen pembangunan wilayah perairan lautnya secara sungguh-sungguh, komprehensif, terencana dan berkesinambungan.

Lanjut Khidir, Bukan hal yang tidak mungkin menjadikan negara Indonesia sebagai negara maritim bahkan menjadikannya sebagai poros maritim dunia jika dibantu dengan teknologi maritim yang memadai.

"Teknologi maritim yang diciptakan anak bangsa akan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kemajuan bangsa baik di bidang maritim maupun di dibidang tenologi maritim. Hal ini juga akan membuat Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri." Tegas Khidir

Sambung Khidir, Sebenarnya banyak sekali teknologi yang bisa kita kembangkan bersama. Selama ini kurangnya dukungan dari pemerintah menyebabkan tenologi maritim di dalam negeri menjadi sulit berkembang.

"Selama ini kita sudah berjuang membuat sesuatu untuk maritim, sekarang kita masih juga masih berusaha mengembangkan dan sudah kita promosikan ke pasar nasional namun sulit sekali masuk, bahkan pemerintah lebih memilih produk luar negeri dengan alasa lebih murah dan kualitasnya lebih bagus." Terang Khidir yang merupakan Pemuda Pelopor Tingkat International Bidang Teknologi 2015 KEMENPORA

Sambung Khidir, Naah, melalui forum ini kita bisa berjuang bersama untuk memenuhi teknologi yang dibutuhkan oleh maritim kita. Kita buat prototipe nya kemudian kita sounding ke pemerintah.

"Banyak sekali karya-karya anak bangsa berbasis teknologi yang dapat menunjang INDONESIA menjadi porosmatim dunia yang tidak teexpose seperti : kapal tanpa awak NKRI dan Pembangkit listrik tenaga sampah." Jelas Khidir

**
Karya-karya anak Bangsa




Selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=mHqszDzoTJ0

Sumber: Humas APMI Lombok Tengah

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply