Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Pelaut Senior Minta Para Pelaut di Indonesia Tidak Membenci KPI


PEMUDA MARITIM – Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) adalah union-nya pelaut Indonesia sebagaimana union-union pelaut bangsa lainnya di luar negeri. Mereka, union-union pelaut bangsa lain itu eksistensinya begitu kuat. Melindungi, membela bahkan memperjuangkan soal kesejahteraan bukan saja untuk pelaut tetapi juga untuk keluarganya yang ditinggalkan karena pekerjaan pelaut jarang sekali ada dirumah.

Itulah ungkapan yang disampaikan oleh Pelaut Senior terkait kondisi KPI saat ini. Melalui juru bicaranya, Teddy Syamsuri, Pelaut Senior menegaskan bahwa peran KPI juga harus seperti union pelaut di negara lain

"KPI harus kuat dan memiliki bargaining position di pemerintahan maupun pihak perusahaan yang menjadi kewenangan maupun mitra kerjanya," tandasnya.

Sambung dia, apalagi Maritime Labour Convention (MLC) tahun 2006 sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia menjadi UU No.15 Tahun 2016 tentang Pengesahan Konvensi Ketenagakerjaan Maritiim Tahun 2006, yang mewajibkan organisasi KPI yang unionnya pelaut Indonesia harus mengawal implementasi MLC 2006 tersebut.

Organisasi KPI merupakan organisasi profesi atau disebut Indonesian Seafarers Union (ISU) yang karena itu masuk dibawah organisasi internasional bernama International Transportworkers Federatioan (ITF) pada tahun 1981 sebagai afiliasinya. KPI juga tergolong organisasi yang berbentuk serikat pekerja yang dipayungi oleh UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

"Pada UU Serikat Pekerja/Serikat Buruh juga mengamanatkan hal perlindungan, pembelaan dan kesejahteraan bagi pelaut yang menjadi anggotanya. Maka organisasi KPI wajib mematuhi segala ketentuan yang diatur dalam UU Serikat Pekerja/Serikat Buruh tersebut," bebernya.

Dengan demikian, organisasi KPI memang menjadi organisasi bagi pelaut Indonesia yang harus kuat kedudukannya. Namun Teddy menyayangkan jika di lapangan yang justru dirasakan oleh hampir sekian banyak pelaut Indonesia belum ada manfaatnya. "Karena tergolong union, maka seluruh pelaut Indonesia baik yang aktif maupun yang pasif sejatinya dan secara otomatis adalah pelaut anggota KPI," tegas Teddy.

Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan AD/ART KPI sejak awal lahirnya, bahwa organisasi KPI dibentuk atas kesepakatan dari, oleh dan untuk pelaut Indonesia sendiri, bukan oleh yang bukan pelaut.

Organisasi KPI yang sudah berumur 42 tahun sejak dibentuk tahun 1976 bahkan sudah berumur 52 tahun sejak didirikan pada tahun 1966, ironisnya sejak Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tahun 2001 justru tidak pernah menampilkan bentuknya sebagai union yang professional, bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab.

"Banyak pelaut berkeluh kesah, banyak pelaut yang ungkapkan ketidaksenangannya atau ketidaksukaannya, banyak juga di antaranya pelaut yang sudah membencinya," ungkap mantan pelaut Pertamina itu.

Bahkan di kalangan pelaut generasi penerus yang muda serta kritis, sudah menyuarakan agar KPI dibubarkan saja. Kewibawaan KPI terus memudar seiring kisruh internal yang tak kunjung usai.

"Kami, Pelaut Senior, anggota KPI yang sudah puluhan tahun dan berkontribusi terhadap organisasi cukup signifikan, yang secara ksatria mengakui jika organisasi KPI sedang di-bully, dicaci, karena memang sangat lemah sehingga mudah dibenci oleh banyak pelautnya sendiri, dan mengakui ada juga yang menuntut dibubarkan saja," ucapnya legowo.

Ia menerima penuh dengan apresiasi atas semua aspirasi atau kritikan pelaut Indonesia tersebut. Namun adanya kerusakan, kebobrokan atau kehancuran organisasi KPI yang nyata adanya itu karena ada pada oknum Pengurus Pusat (PP) KPI sendiri.

"Artinya kesalahan bukan pada organisasinya yang saat masih bernama PPI salah satu pendirinya adalah dari Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) serta demi memenuhi atas adanya saran atau anjuran dari Menteri Koordinator Maritim saat itu, Letjend KKO Ali Sadikin. KPI bukanlah ormas apalagi LSM," imbuhnya.

Atas pertimbangan tersebut, Pelaut Senior mengeluarkan Petisi yang berjudul ‘Selamatkan KPI" atau "Save KPI’. "Kami akan merasa sebagai pihak yang sangat berbahagia manakala memperoleh atensi, do’a serta respons dari para sahabat pelaut semua," pungkasnya.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply