Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Sekretaris APMI Jateng Tulis NOVEL Berjudul "ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAK"


PEMUDA MARITIM – Dasairy Zulfa, seorang Sarjana Perikanan jebolan Departemen Teknologi Hasil Perikanan Undip. Memiliki aktivitas padat di berbagai organisasi kampus dan sebagai sekretaris APMI cabang Jawa Tengah tidak menghalangi hobi menulisnya. Ngeblog dan corat-coret notebook menjadi salah satu sarana untuknya dalam berekspresi. Hingga akhirnya terbitlah novel inspiratif dan motivatif yang diberi judul “ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAK.” Novel ini diterbitkan oleh PT Warta Mandiri Multimedia dengan ketebalan buku xii + 196 halaman.

Novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak ini bercerita mengenai Anak Pesisir dengan mimpinya menjadi seorang pelaut. Rumor mengenai Bapak seorang perompak menyebar ketika polisi datang ke Kampung Nelayan. Mereka mengatakan bahwa Bapak menjadi salah satu tersangka pembajakan Kapal Taruna di Selat Malaka.

Setelah kabar itu, Ibu banyak berbaring di atas kasur karena sakit. Sebagai anak lelaki tertua, Anak Pesisir pun harus bisa mandiri. Apalagi setelah Ibu tiada, hanya dia dan Anak Bayan, adiknya. Ia bersama Dira, temannya memutuskan menjadi guide pariwisata untuk menambah pemasukan ekonomi keluarga.

Jurnal Bapak yang Anak Pesisir temukan di gudang memberinya energi untuk terus belajar menjadi pelaut. Ia pun membuat rencana menemukan Bapak. Butuh waktu agar ia diizinkan melaut. Bahkan karena ketergesaannya ingin mencari Bapak dengan menjadi kelasi Kapal, ia sempat ditipu.

Harapan bersemi kembali ketika Harry, kawan Bapak datang memberinya sebuah surat dari Bapak agar Anak Pesisir menjemputnya ke Mozambique. Harry juga merekomendasikan ia untuk ikut diklat gratis mengenai dasar keselamatan, pemadam kebakaran tingkat lanjut, dan diklat kepedulian keamanan dari Dinas Perhubungan. Semuanya adalah ilmu dasar untuknya agar bisa bekerja di kapal.

Sebuah perjalanan menanti di depan. Berbagai petualangan di laut ia alami, termasuk transit di sebuah pulau untuk membeli kebutuhan pokok kapal seperti bahan bakar dan juga konsumsi. Anak Pesisir bahkan bertemu dengan perompak Somalia.

Hingga akhir perjalanannya ke Mozambique, Anak Pesisir tidak dapat berjumpa dengan Bapak. Satu hal yang ia ketahui, prasangkanya selama ini terjawab. Bapak tetap orang hebat, seorang pelaut patriot dengan misinya yang luar biasa. Siapa sangka bahwa perjalanannya ini sudah dipersiapkan sebegitu rupa.

Amanat dari kisah ini adalah berikhtiar semaksimal mungkin dalam mengejar cita-cita, dan iringi pula dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Takdir Allah selalu baik. Yakinlah, selalu ada waktu terbaik dan kesempatan ada untuk orang yang siap.

Tokoh dalam Novel Anak Pesisir, Pelaut, Perompak adalah Anak Pesisir, Anak Bayan, Arshad, Ibu, Dira, Aga, Guru Hamka, Bu Amel, Erfauzi, Harry, Yasir, Mr. Hasan, Kapten Robert, Carlos, Troy, Ruslan, Mr. Jarry, Fidel, Abbas, dan beberapa pemeran pembantu. Latar belakang novel ini berada di Tarakan, Selat Malaka, Kepulauan Maladewa, dan Mozambique, Afrika. Waktu yang digunakan adalah pagi hingga malam dengan alur maju mundur. Gaya bahasa yang disajikan mudah dimengerti pembaca.

Novel ini memiliki keunggulan alur ceritanya yang mengalir, seru, dan  penuh informasi pengetahuan mengenai kebaharian (sejarah, alam bahari, pelayaran, budaya pesisir, pariwisata, perikanan, teknologi, dan lain-lain) sebagai isu sentral dari dimensi kelautan, kepulauan, dan kemaritiman. Kekurangan novel ini yaitu masih terdapat kesalahan penulisan kata, dan alangkah lebih baiknya jika Anak Pesisir menggunakan bahasa asli penduduk ketika melakukan percakapan di Mozambique, Afrika. (ZS)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply