Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » APMI Provinsi Riau Hadir untuk Wujudkan Poros Maritim Dunia


PEMUDA MARITIM – Terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia tidak hanya dalam konteks pembangunan ekonomi dan pertahanan. Kesuksesan Indonesia sebagai poros maritim dunia harus didukung dari sumber daya manusianya yang memaknai dan mengaktualisasikan perannya sebagai masyarakat berkarakter maritim. Oleh karenanya, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) hadir sejak tahun 2013 sebagai solusi untuk membangun sumber daya manusia, khususnya pemuda agar Indonesia menjadi negara yang berkarakter maritim. Organisasi kepemudaan nasional ini merangkul pemuda dari pelosok negeri dan para cendekiawa muda yang memiliki keilmuan kemaritiman untuk bersama membangun negeri di bidang kemaritiman.

Saat ini APMI sedang melebarkan sayapnya untuk membentuk Komisariat Daerah di setiap provinsi. Baru-baru ini APMI Provinsi Riau baru saja dibentuk. Terbentuknya APMI Provinsi Riau diprakasai oleh M. Anwar Fuad dan Khairul Mukmin Lubis yang alumni Ilmu Kelautan Universitas Riau, Indah Tria Suci mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan dan Mia Audina mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Riau. Berlatar belakang keilmuan yang sama dan didorong dengan keinginan semangat belajar menggali potensi maritim di Riau tercetuslah niat untuk mendirikan APMI di provinsi ini. Tujuannya untuk mengembangkan pemikiran kritis, gagasan, dan kapasitas generasi muda Riau guna meningkatkan peran pemuda dalam membangun kemaritiman di Provinsi Riau menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Provinsi Riau memilki tujuh kabupaten/kota yang memiliki daerah pesisir, maka dari itu APMI Provinsi Riau akan mengoptimalkan kegiatan-kegiatan produktif seperti riset mini, pengabdian kepada masyarakat, diskusi, seminar dan pelatihan-pelatihan bagi pemuda dan masyarakat pesisir. Provinsi Riau memiliki potensi sumber daya yang besar pada wilayah pesisir dan laut. Hal ini didukung dengan wilayah teritorial perairan yang luas yaitu 470,80 km2. Riau merupakan provinsi yang berada di Pulau Sumatera yang dimana terdapat lintasan Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor unggulan di Provinsi Riau. Sebagaian besar produksi perikanan di Provinsi Riau merupakan perikanan tangkap, dimana Badan Pusat Statistik pada tahun 2013 menyebutkan produksi perikanan tangkap mencapai 50% dari total produksi perikanan Provinsi Riau. Produksi perikanan tangkap laut di Riau sebesar 93.279 ton, diikuti perikanan budidaya kolam sebesar 45.284 ton. Hasil produksi perikanan tangkap Riau menyumbang 1,76 persen terhadap hasil produksi perikanan tangkap nasional yang sebesar 5.707.012 ton pada tahun 2013. Dimana potensi terbesar terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir dan Rokan Hilir. Tidak terlepas dari itu Provinsi Riau memiliki pulau-pulau kecil yang mempunyai daya tarik dan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari seperti Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis dan Pulau Jemur. Serta luasnya Hutan Mangrove sekitar 138.434 Ha yang berada di pesisir Provinsi Riau dapat menjadi alternatif pendamapatan masyarakat dari sektor hutan non kayu. Produk-produk pangan mangrove yang sudah banyak dipasarkan antara lain dodol mangrove, sirup pedada, dan keripik dari buah api-api. Dengan hadirnya APMI di Provinsi Riau diharapkan dapat menggerakkan paradigma pembangunan maritim yang diprakasai oleh generasi muda.



Sumber: HUMAS APMI RIAU

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply