Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Bungin Pinungan, Menikmati Pantai Eksotis di Pulau Tobea, Muna


PEMUDA MARITIM – Mengunjungi Kabupaten Muna, belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi  Pantai Bungin Pinungan, Pulau Tobea.  Pulau yang mempunyai luas mencapai 2.410,95 ha dengan panjang mencapai 42,56 km ini terletak di Kecamatan Towea.  Terdapat 3 (tiga) Desa yang menghuni Pulau Tobea yaitu Desa Moasi (Ibukota Kecamatan), Desa Wangkolabu dan Desa Lakarama. Khusus Desa Lakarama sangat terkait dengan asal usul nama Pulau Tobea(Towea).

Wisata Pantai Bungin Pinungan merupakan obyek wisata yang terdapat di Pulau Tobea. Obyek wisata Bungin Pinungan merupakan obyek wisata terpadu antara alam daratan dan alam laut. terletak antara daratan Kendari dan Konawe Selatan, Pulau Muna dan Pulau Buton. Pertemuan tiga arus : arus Selat Tiworo, arus laut banda dan arus Selat Buton. Pantai Bungin Pinungan memiliki panjang bentang pasir 3 km dan lebar sekitar 300 meter. Di kawasan Pantai Bungin Pinungan, kita akan dimanjakan dengan hamparan pasir yang putih dan cocok untuk berjemur. Sepanjang garis pantai ini ditumbuhin oleh kayu besi.

Di Pantai Bungin Pinungan, Pulau Tobea kita bisa menikmati mangrove yang membentang luas dan terumbu karang yang eksotik. Hasil transpor sedimen yang berupa lumpur juga masih bisa ditanami bakau. Kondisi mangrovenya masih baik dengan zona pertumbuhan yang sesuai dengan kondisi hutan mangrove dan didominasi oleh jenis Avicenia dan Sonneratia. Terdapat beragam satwa diantaranya terdapat burung maleo yang sangat langka, burung bangau dan burung-burung khas mangrove lainnya.

Kondisi terumbu karang di Pulau Tobea juga tidak kalah menarik dengan Wakatobi.   Kondisi terumbu karangnya berada dalam kondisi sedang sampai baik dan dipenuhi dengan keragaman ikan-ikan karang yang semakin menggairahkan bagi para diver untuk menyelami keindahan laut Pulau Tobea.

Bergerak sedikit ke daratan, kita bisa menikmati perkebunan mente peninggalan Belanda yang berumur tua dan rantingnya yang menarik dilihat serta bangunan peninggalan Belanda yang dulu sempat membangun perkebunan sawit.

Berlama-lama di Pantai Bungin Pinungan pasti tidak membosankan karena kita juga bisa melakukan wisata kuliner. Sajian lobster, kerang dan aneka ikan laut yang dapat memuaskan selera kuliner pengunjung.

Pulau Tobea merupakan pulau yang berpenduduk.  Jumlah penduduk di pulau Tobea mencapai 2.768 jiwa (BPS, 2014).  Mata pencaharian penduduk cukup beragam yakni nelayan, pembudidaya rumput laut, pembudidaya ikan, pedagang, PNS dan wiraswasta.  Pulau Tobea dulunya adalah daerah perkebunan kelapa sawit.  Selain kelapa sawit, Pulau Tobea juga terkenal dengan budidaya rumput laut serta kacang mete.

Pulau eksotik ini dihuni oleh multi etnis meliputi Muna, Bajo, Bugis, Buton dan Jawa. Rumah-rumah yang ada di Pulau Tobea rata-rata berstruktur panggung dan terbuat dari kayu. Struktur panggung karena daratan pulau digenangi laut saat pasang.  Sarana publik cukup tersedia di pulau ini seperti masjid, sekolah, balai desa, puskesmas, dermaga tambat perahu, pasar desa serta sumber air bersih berupa sumur gali.  Namun, akses penerangan (listrik) masih menjadi kendala besar bagi penduduk di Pulau Tobea.  Listrik menyala hanya mulai pukul enam sore hingga pukul lima pagi.

Untuk menuju Pulau Tobea yang berjarak 30 Km dari Kota Raha arah Tampo. Cukup meluangkan waktu 45 menit naik perahu nelayan dari pesisir pantai Raha. Pulau Tobea berdekatan dengan Kabupaten Konawe Selatan.  Jarak yang dekat ini yang menyebabkan arus keluar masuknya barang dan perdagangan banyak berasal dari Konawe Selatan.

Kawasan wisata Bungin Pinungan Pulau Tobea ini  belum terkelola dengan baik. Potensi pariwisata baharinya dapat dibangkitkan lagi dengan melibatkan masyarakat lokal bersama-sama pihak lain dan pemda Muna untuk mengelolanya. Potensi mangrove, pasir putih, terumbu karang, atraksi burung maleo dan burung-burung khas mangrove, perkebunan mente serta sajian kuliner khas ikan-ikan laut, dapat menjadi andalan bagi pengembangan pariwisata Muna sekaligus upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Pulau Tobea. Semoga.



Sumber: munabangkit.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply