Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Jelang 5 Tahun Berdiri untuk Maritim Negeri, APMI Miliki 23 Komisariat Daerah

infografis Asosiasi Pemuda Maritim Insonesia

PEMUDA MARITIM – Jakarta (18/02), Kurang lebih 5 bulan lagi, tepatnya 23 Juli 2018, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) genap berusia 5 tahun. Berdirinya organisasi yang beranggotakan pemuda (WNI berusia 16-30 tahun) di bidang kemaritiman ini diinisiasi oleh para lulusan sarjana baik dengan latar belakang ilmu kelautan, perikanan, dan teknik perkapalan, maupun ilmu sejarah, ilmu ekonomi, ilmu hukum, dan ilmu pemerintahan yang memiliki minat dan semangat bersama-sama bangun kemaritiman di Indonesia. Semangat ini terus bergulir demi mengisi kekosongan peran nyata pemuda pada bidang kemaritiman di tanah air tercinta. Pada 23 September 2015, APMI sah sebagai Badan Hukum Perkumpulan melalui penetapan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Ketua Umum APMI, Renaldi Bahri Tambunan, mengatakan “Sudah sepatutnya kami turut menyukseskan pembangunan Indonesia sebagai negara maritim dari tingkat lokal, nasional, hingga global”. “Kami berusaha dengan ilmu, gagasan, tenaga, dan waktu yang dipunya bisa berkontribusi dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya laut dan potensi maritim yang kita miliki bersama sebagai bangsa Indonesia secara optimal dan berkelanjutan”, tambah Sarjana Kelautan lulusan Undip ini.
Sekjen Ahlan Zulfakhri menyampaikan “Menjelang 5 tahun berdiri, APMI terus berkembang hingga per 18 Februari 2018 telah memiliki 23 Komisariat Daerah (Komda) di Indonesia, terdiri atas 16 Komda tingkat Provinsi dan 7 Komda tingkat Kabupaten/Kota”. “Dan ada 11 Komda lagi dalam proses pendirian”, lengkap alumni teknik perkapalan Undip ini. Ahlan menjelaskan “Hadirnya APMI di berbagai daerah seluruh Indonesia ialah untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia utamanya pemuda dan keluarga di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dalam bingkai pembangunan kemaritiman nasional”.

Di lain kesempatan, Wakil Sekjen Kaisar Akhir menyatakan “APMI berharap masyarakat lokal yang dipandu pemuda mampu meningkatkan penghasilan dari pengolahan sumber daya kelautan setempat secara ramah lingkungan, efektif, dan efisien”. Koordinator Bidang Pengembangan Potensi Maritim Yeldi S. Adel menambahkan “APMI dalam pelaksanaan programnya telah melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat lokal di beberapa daerah dalam pengolahan produk-produk perikanan dan mangrove secara ramah lingkungan”.

Kaisar juga mengungkapkan bahwa APMI pun telah melakukan edukasi ke siswa PAUD, SD, SMP dan SMA atau sederajat tentang pentingnya menjaga kelestarian pantai dan laut demi keberlangsungan dan kesehatan makhluk hidup di sekitarnya, termasuk manusia. “Harapannya pelajar ini mampu bercerita kembali kepada keluarganya apa yang telah disampaikan saat edukasi”, ujar mahasiswa program MSc di World Maritime University, Swedia dengan beasiswa dari LPDP tersebut.

Koordinator Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan SDM Asep Akmal Aonullah mengungkapkan bahwa secara garis besar, dalam mencapai visinya “Menjadi wadah gerakan dan gagasan pemuda maritim Indonesia sebagai upaya pembentukan ideologi maritim, guna membangun pondasi pengkaderan maritim Indonesia” yang berlandaskan Pancasila, APMI memiliki 4 ruang lingkup kegiatan. Pertama, melakukan pelayanan sosial masyarakat pesisir yang meliputi aspek pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi kelautan lokal. Kedua, melakukan kajian dan pendataan kemaritiman. Ketiga, melaksanakan riset dan pengembangan teknologi kemaritiman. Keempat, mengembangkan kewirausahaan pemuda di bidang kemaritiman.

“APMI menginginkan pemuda bukan menjadi penonton dan objek saja dalam sejarah bangsa ini, melainkan menjadi pelaku sejarah pembangunan kemaritiman bangsa Indonesia demi terwujudnya Indonesia sebagai negara maritim”, ujar Ketua Bidang Sejarah dan Budaya Maritim Ahmad Pratomo yang juga merupakan alumni Magister Humaniora dalam Ilmu Sejarah dari UI. “Hal ini sejalan dengan visi kelautan Pemerintah saat ini yaitu mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, yaitu menjadi sebuah negara maritim yang berdaulat, maju, mandiri, kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan perdamaian kawasan dan dunia sesuai dengan kepentingan nasional”, tutup Hendri Ariwibowo selaku Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Maritim APMI.



Sumber: Humas APMI

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply