Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kuliah Umum Perdana FPIK UNPAD: The Future of Fisheries and Marine Resources

Suasana kuliah umum Fpik Unpad

PEMUDA MARITIM –  Kuliah umum perdana di laksanakan pada Senin, 19 Februari di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran. Mengusung tema "The Future of Fisheries and Marine Ressource Development: Challenges in implementing of SDG 14 life below water" yang disampaikan oleh sekretaris kementrian PPN/sekretaris utama Bappenas, Dr. Ir. Gellwyn D.H. Yusuf. M.Sc. Ph.D. Dalam kesempatannya beliau memaparkan isu dan tantangan pengelolaan perikanan mengenai ketimpangan pengelolaan dan keterhubungannya dengan masih lemahnya di perlindungan ekosistem laut dan pesisir. Masa depan pembangunan sektor kelautan dan perikanan sangat ditentukan dengan ekosistem dan sektor lainnya.

Beliau juga memperkenalkan SDG 14 yang merupakan salah satu komitmen global dengan tujuan melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan. SDG 14 Life Below Water meliputi Marine pollution, Healthy oceans, Ocean acidification, Sustainable fisheries, MPAs, Fisheries subsidies, Economic benefits for SIDs & LCDs, Knowledge & Technology, Small scale fisheries, Law development & implementation.

Tercapainya suatu tujuan tidak luput dari peran dan andil setiap warga negara.  keterlibatan pada akademisi dan asosiasi profesi (ISPIKASI) sangatlah diharapkan. Beliau menyampaikan peran yang diharapkan dari akademisi berupa  center of excellence, mendukung peningkatan kapasitas, dan sosialisasi/diseminasi, komunikasi, dan advokasi. Sementara peran yang diharapkan dari asosiasi profesi yaitu menjadi partner pemerintah dalam mengadvokasi publik, meningkatkan peran profesional profesi perikanan, serta kerja dan fasilitasi program lapangan.

Selain Dr. Ir. Gellwyn Yusuf M.Sc. Ph.D dihadirkan juga tiga pembicara lain yakni, Sabam Hutajulu, PhD (Chief Ex. Officer PT. Jardin Lloyd Thompson, Budiperwira Sunadim (Presiden Direktur PT. Gani Arta Dwi Tunggal), serta Dr. Herry Putranto, SE (Ketua Asosiasi Migas Nasional) yang memaparkan tentang pemanfaatan anjungan migas lepas pantai dan pengembangan OTEC untuk mendukung industri perikanan yang berkelanjutan. "pemanfaatan anjungan migas sebagai artificial reef (ring of reef) dan memanfaatkan OTEC untuk mendukung suksesnya industri perikanan di Indonesia" tuturnya.

(Ry)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply