Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Menko Maritim Tegaskan Pemerintah Akan Terus Kembangkan Potensi Perekonomian Kemaritiman


PEMUDA MARITIM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan mengatakan bahwa potensi perekonomian kemaritiman Indonesia saat ini sangat besar.Berdasarkan data pemerintah, diperkirakan tersedia 1,3 triliun dollar potensi ekonomi kelautan. Namun sayangnya potensi tersebut belum banyak dieksplorasi secara penuh. Diantaranya adalah potensi perikanan dengan konsep aquaculture (bentuk pemeliharaan dan penangkaran berbagai macam hewan atau tumbuhan perairan, menggunakan air sebagai komponen pokoknya) serta potensi perikanan tangkap.

“Potensi perikanan tangkap dengan aquaculture cukup besar. Saya berkeliling ke seluruh Indonesia dan melihat sentra-sentra perikanan yang dapat dikembangkan dengan aquaculture, akan tetapi belum didukung oleh infrastuktur yang baik , tapi kita akan segera bangun itu,” ujar Menko Luhut saat didaulat menjadi panelis pada Seminar dan Pameran Pangan Nasional “Jakarta Food Security Summit 4”, yang juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan P. Roeslani beserta seluruh jajarannya, dihelat di JCC Senayan, Jakarta, 8 – 9 Maret 2018.

Lebih lanjut, Menko Luhut memaparkan bahwa sumber ketahanan pangan kelautan jika melihat  tren perkembangan perikanan dunia, sekarang ini perikanan aquaculture yang naik, dan perikanan tangkap trennya stabil.

Kemudian, untuk pangsa pasar perikanan di Asia juga menunjukkan permintaan yang cukup besar, mencapai sekitar 26 juta ton ikan. Oleh sebab itu, Menko Luhut  menghimbau kepada para pengusaha yang tergabung di Kadin untuk bersama-sama membangun potensi kemaritiman, selain untuk kesejahteraan juga untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Budidaya ikan itu 18 persen dari potensi kelautan kita yang  1,3 trilyun dollar itu. Kita ekspor juga yang raw material-nya (bahan mentah), seperti ikan segar, kan harganya bisa naik 4 kali lipat. Jadi kita kembangkan juga aquaculture-nya. Proses potensi industri kemaritiman seperti kita lihat, sumber daya dan infrastruktur ini sudah kita buat tim nya, Bapak-bapak tinggal ikuti saja, kalau ada masalah kita selesaikan, karena tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan. Ini semua sekarang jalan,” tambahnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui koordinasi Kemenko Maritim pun sedang mengembangkan potensi perikanan di Indonesia bagian timur, yang memang dikenal memiliki hasil laut yang sangat melimpah.

Pembangunan infrastruktur pendukung terus dikejar, diantaranya adalah pengembangan lapangan terbang di Maluku Utara, yang pada awalnya panjang landasan pacu 2000 meter, direncanakan akan ditambah menjadi 2600 meter untuk mengakomodir pesawat berbadan lebar yang akan mengangkut hasil perikanan seperti ikan tuna segar langsung ke Jepang.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply