Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Catatan Unik Tersisa dari Pelabuhan Sambas Sibolga


PEMUDA MARITIM – Pesawat Explore jet milik Garuda landing di Bandara Ferdinand Sibolga, Sumatera Utara pukul 07.30 pagi, cuaca sejuk sehabis hujan. Perjalanan Maritimnews kali ini ditemani Bombang maskot keselamatan pelayaran Ditjen Perhubungan Laut. Tujuan adalah kawasan pelabuhan, tepatnya di Pancuran Bambu, Sambas Sibolga.

Setelah menempuh perjalanan darat selama hampir satu jam lamanya, sampailah kami di pintu gerbang pelabuhan kebanggaan masyarakat Sibolga. Sekedar mengingatkan bahwa pelabuhan Sibolga pada tahun 1919 pernah jadi primadona jaman Ulanda, disanalah pusat ekspor rempah-rempah menuju Eropa.

Situasi pelabuhan Sibolga jaman now, tetap menarik, walaupun sepi dari kegiatan bongkar muat barang dan petikemas. Dari depan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Sibolga, terlihat jelas sedang berlangsung aktifitas pembangunan dermaga dan gedung.

Kami disambut senyum FS Rangkuti, lelaki usia 47 tahun, staf Lala dan Kepelabuhan KSOP Kelas V Sibolga menuturkan bahwa bangunan dua lantai sedang proses pengerjaan oleh PT Pelabuhan Indonesia I. Progress pembangunannya 60 persen, nantinya difungsikan sebagai fasilitas Terminal Penumpang modern.

Siang itu singkat cerita, kegiatan di pelabuhan Sibolga ternyata hanya embarkasi dan debarkasi kapal Penumpang Sibolga – Gunung Sitoli. “Estimasi perjalanan mencapai 13 jam per-trip, jarak yang tidak dapat dikatakan penyeberangan perintis,” kata Rangkuti sambil mempersilahkan Maritimnews meruput secangkir Kopi khas Sibolga.

Rupanya tak jauh dari lokasi Terminal penumpang yang sedang pembangunan, terdapat Terminal “tandingan” milik Pemkot Sibolga. Lokasinya dekat pemukiman nelayan setempat yang diklaim Dishub Sibolga sebagai tempat khusus embarkasi dan debarkasi dengan rute sama.

Cukup unik memang, terdapat 2 (dua) Terminal Penumpang, dimana lokasinya cukup berdekatan. Pengelolanya, PT Pelindo I dan Pemkot Sibolga menggunakan akses pintu masuk Terminal yang berbeda.

Oh Indonesia.. Selalu overlapping dan ego sektoral menyertai perjalanan negeri ini. Mengacu pada keamanan dan keselamatan pelayaran, estimasi waktu perjalanan Laut, Sibolga – Gunung Sitoli selama 13 jam bukan lagi masuk kategori penyeberangan. Semisal trayek Merak – Balauheuni yang dikelola Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP).

Bagaimana cerita awal dari Terminal Penumpang milik Pemkot Sibolga dapat beroperasi bahkan pegang izin kelola? Bukankah Kementerian Perhubungan selaku Regulator sesuai amanat Undang-Undang 17 tahun 2008 tentang Pelayaran mempunyai hak konsesi (land lord) dan RIP bagi kegiatan suatu pelabuhan.

Mengapa Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan tidak terkabar mengenai upaya koordinasi lintas Direktorat? Sepertinya yang di Pusat tidak mengetahui pasti situasi di Daerah. Ibarat bom waktu, mungkinkah menunggu perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak terasa hari beranjak petang. Dihari pertama di “Negeri Berbilang Kaum”, kami wajib mengikuti lelah tubuh. Dukungan cuaca memaksa perut meluangkan waktu menyicipi Ikan Bakar ditemani segelas teh hangat. Usai soal perut, kami pun dilepas Kawan meraih singgana di Hotel Wisata Indah, tepat dibibir pantai.

Ah masih saja ada yang terlintas dipikiranku, apa ya fungsi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sibolga yang berdiri kokoh? Biarlah jadi pengantar tidur malam kami bersama Bombang yang tengah bersiap go action pada acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran tahun 2018 Direktorat KPLP, hari Kamis tanggal 5 April 2018.

Rasanya untukku, pelabuhan Sambas Sibolga memang lebih cocok menjadi destinasi pariwisata (kapal pesiar) bagi para turis domestik maupun manca negara yang ingin menikmati keindahan Danau Toba atau Pink Beach Gawu Soyo, Pantai Toyolawa Nias atau tradisi Lompat Batu.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply