Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » CFS Center Bertujuan Tekan Biaya Logistik di Pelabuhan Tanjung Priok


PEMUDA MARITIM – Keberadaan fasilitas Container Freight Station (CFS) Center di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan bagian dari program penataan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, berlokasi di gudang Agung Raya Warehouse dan Multi Terminal Indonesia (MTI) yang diklaim IPC dapat menekan cost logistik pelabuhan.

Senior Vice President Bidang Pengembangan Bisnis IPC, Guna Mulyana menjelaskan, untuk saat ini penyediaan fasilitas CFC Center di Pelabuhan Tanjung Priok hanya mengenakan tarif receiving, delivery dan mekanik (RDM) serta biaya storage atau penumpukan.

“Kami tetap komitmen layanan di CFS center itu efisien, cepat dan murah serta transparan. Dulu kami pernah mengadakan penelitian biaya layanan LCL di lini dua pelabuhan itu ada sekitar 75 item,” tuturnya pada acara Focus Group Discussion Membedah Peran CFS Center Dalam Menurunkan Biaya Logistik di Pelabuhan yang digelar Forwami, di Jakarta, Rabu (11/4).

Guna menegaskan, bahwa IPC akan berkolaborasi dengan seluruh pelaku bisnis di pelabuhan Priok yang telah menggeluti kegiatan penangangan kargo impor LCL dengan mengedepankan transparansi tarif dan pelayananan. “Ayolah kita bersama membangun kemajuan pelabuhan ini demi mewujudkan layanan logistik yang lebih efisien,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, layanan kargo impor berstatus LCL bersifat business to business dan oleh karenanya jangan sampai ada upaya meregulasikan fasilitas CFC centre di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Sebaiknya diserahkan ke mekanisme pasar terhadap layanan LCL impor itu, kalau ada anggota kami yang seenaknya mengutip tarif gak wajar. Kami pasti lakukan teguran,” pungkasnya.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply