Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » » » Harry Boediarto; Realisasi Pelayanan Angkutan Barang Pelni Baru 0,06%

Harry Boediarto, Direktur Usaha Angkutan Kapal Barang dan Tol Laut PT. Pelni sebagai narasumber di Maritime Talk (31/3). (Dok. APMI)

PEMUDA MARITIM –PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni)  mendapatkan penugasan dari Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk melayani 6 trayek tol laut dan 1 trayek angkutan ternak. Hal ini tertuang dalam Surat Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Nomor : AL.307/1/I/DTPL-18 tanggal 19 Februari 2018, tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang Tahun Anggaran 2018.

Harry Boediarto, Direktur Usaha Angkutan Kapal Barang dan Tol Laut Pelni mengatakan bahwa 84% angkutan darat berada di Pulau Jawa,dan 7% melalui laut. Akibatnya, 74% logistik  berada di darat. Terjadilah ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar wilayah di Indonesia. Hal ini diutarakannya dalam acara Maritime Talk (31/3) di Auditorium FPIK Universitas Diponegoro.



Ia melanjutkan, perairan Indonesia merupakan potensi kekuatan dalam membangun perekonomian bangsa. Poros maritim dan Tol Laut diyakini sebagai salah satu solusi mengatasi rendahnya kesejahteraan bangsa. Sebab laut merupakan jalur utama transportasi di bidang angkutan dan perdagangan. Baik angkutan barang/logistik umum, bahan makanan, maupun ternak. Distribusi pangan pun akan berhubungan dengan kesehatan rakyat.

Setelah mendapat penugasan untuk mengelola tol laut, Pelni akan mengoperasikan tujuh unit kapal yang terdiri dari enam kapal kontainer dan satu kapal kargo.Enam trayek tugas pengembangan Pelni yaitu, trayek T2 (Tanjung Priok - Tanjung Batu - Belinyu - Tarempa - Natuna - Midal - Serasan - Tanjung Priok), trayek T4 (Tanjung Perak - Makassar - Tahuna - Tanjung Perak), trayek T6 (Tanjung Perak - Tidore - Morotai (Daruba) - Tanjung Perak), trayek T13 (Tanjung Perak - Kalabahi - Moa - Rote - Sabu - Tanjung Perak), trayek T14 (Tanjung Perak - Larantuka - Adonara (Terong) - Lewoleba - Tanjung Perak), dan trayek T15 (Tanjung Perak - Kisar - Namrole - Tanjung Perak).

“Sejarah Pelni awalnya mengangkut penumpang, sekarang menuju angkutan barang juga. Untuk realisasi pelayanan Pelni sekarang baru 0,06% untuk angkutan barang,” ujar Harry.
(DZ)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply