Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » IPC Pontianak dan Realisasi Terminal Multipurpose di Kijing Mempawah


PEMUDA MARITIM – Melihat kondisi existing pelabuhan Pontianak Kalimantan Barat yang terkendala oleh keterbatasan lahan, PT Pelabuhan Indonesia II/IPC melirik lokasi anyar untuk pengembangan kegiatan bongkar muat. Pantai Kijing jadi pilihan sebagai Terminal penyangga pelabuhan Pontianak.

Sekretaris Perusahaan IPC, Shanti Puruhita menerangkan, bahwa kendala pengembangan pelabuhan Dwikora Pontianak dikarenakan lokasinya yang cukup strategis ditengah kota. Akhirnya lahan yang ada pun tidak dapat lagi dikembangkan untuk fasilitas pelabuhan.

“Pelabuhan Pontianak dikelilingi pemukiman warga, perkantoran, jalan raya dan Sungai Kapuas,” tutur Shanti saat Media Visit Port didampingi General Manager IPC Cabang Pontianak Adi Sugiri, Selasa (10/4).

Apalagi sedimentasi alur sungai Kapuas yang tinggi ikut pula menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga menjadi kendala operasional bagi produktifitas pelabuhan Dwikora Pontianak. Bayangkan, untuk perawatan dan pengerukan alur sungai Kapuas, IPC cabang Pontianak harus mengeluarkan biaya mencapai Rp 70 milyar setiap tahunnya.

Lokasi Terminal multipurpose di Pantai Kijing, Mempawah sangat strategis yang berhadapan dengan Pulau Temajo (breakwater alami penghadang gelombang Laut lepas). Sementara pelabuhan Dwikora Pontianak berada di Sungai Kapuas (jarak laut lepas – pelabuhan mencapai 30 kilometer).

Shanti menegaskan, IPC menargetkan tahun 2018 akan memulai pembangunan Terminal Kijing. “Dalam rangka peningkatan konektivitas, pengembangan infrastruktur kemaritiman, dan pengembangan wilayah di Kalimantan Barat. Salah satu upaya adalah pengembangan dengan pembangunan Kijing,” pungkasnya.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply