Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » » Maritime Talk Bahas Perkembangan Tol Laut Jokowi




PEMUDA MARITIM – Diskusi maritim kembali diadakan oleh Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Jawa Tengah, pada kesempatan ini bekerja sama dengan Perhimpunan Mahasiswa Teknologi Maritim Se–Indonesia (Perhimatekmi), dan Departemen Sumberdaya Akuatik Universitas Diponegoro. Tema yang diusung adalah Tol Laut: Progress dan Pengaruhnya terhadap Kedaulatan Maritim Indonesia bertempat di  Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (31/03/18).

Forum ini dipimpin oleh M. Arif Rachman, Ketua Umum Perhimatekmi yang dihadiri kurang lebih 600 orang. Pembicara yang hadir dalam diskusi ini ada 8 orang, yaitu 1) Ir. Harry Boediarto, Direktur Usaha Angkutan Kapal Barang dan Tol Laut; 2) Ir. Tjahjono Roesdianto, Pembina Perhimatekmi, Dewan Penasihat I PERINDO; 3) Sri Puryono, Sekda Provinsi Jawa Tengah; 4) Bapak Suyono, Kepala Bidang Hubungan Luar Indonesia National Shipowners Association; 5) Mohammad Iqbal Mirza, Commercial and Opertaional Director PELINDO III; 6) Bapak Untung Sirinanto, ATD, MSc Kabid. Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Jateng; 7) Bapak Siswanto Rusdi, Founder and Director NAMARIN,  dan 8) Bapak Makbul Muhammad, Founder and Director MARIN Nusantara.

Dalam diskusi dan tanya jawab, berbagai mahasiswa yang hadir menanyakan kendala, dampak, dan resiko dibangunnya tol laut. Mengapa biaya logistik lebih mahal di kepualuan timur? Apakah dengan hadirnya tol laut berdampak bagi ekosistem laut? Bagaimana kita mempersiapkan sumber daya manusianya?

Siswanto Rusdi, Dirut Namarin
“Isu tol laut sebenarnya adalah isu lama yang mulai dimunculkan ketika kampanye pilpres 2014 oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Tol laut pun masuk ke dalam pilar konektivitas poros maritim dunia. Dahulu masyarakat mengenalnya dengan angkutan perintis. Ada pula yang menganggap tol laut merupakan pendulum nusantara,” papar Siswanto Rusdi.

Lanjut Siswanto, Efektifitas dan efisiensi tol laut masih jauh dari hasil yang diharapkan. Jika tol laut ingin efektif dan efisien, bidang/sektor yang terkait dengan pelayaran harus juga dibenahi. Pelibatan pelayaran rakyat (pelra) pun harus mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.

Program tol laut bertujuan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan yang ada di nusantara, sehingga dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok, dan terjadi pemerataan harga logistik setiap barang di seluruh wilayah Indonesia. Dalam closing statementnya, para pembicara masih optimis dengan keberlanjutan tol laut ini, tentunya dengan perbaikan dari hulu ke hilir. Tidak hanya satu bagian saja, baik itu dari industri kapal, pelabuhan, dinas perhubungan, pemerintah daerah, dan tentu saja rakyat. Bahkan para mahasiswa pun ditantang oleh Bapak Mohammad Iqbal Mirza agar dapat menciptakan kapal multifungsi, misalnya kapal kontainer yang dapat diubah menjadi kapal non kontainer.  (DZ)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply