Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » Tol Laut: Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Daerah

PEMUDA MARITIM –PT. Pelni mendapat tugas melaksanakan kewajiban penyelenggaraan pelayanan publik untuk angkutan barang di laut tahun anggaran 2018. Indikator pencapaian sasarannya yaitu terjangkaunya pendistribusian logistik ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP), ketersediaan barang, dan mengurangi disparitas harga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Harry Boediarto, Direktur Usaha Angkutan Kapal Barang dan Tol Laut Pelni menyebutkan bahwa tol laut memiliki perjalanan terjadwal sehingga tidak menunggu hingga barang bawaan penuh. Pasalnya, jika menunggu hingga penuh, akan terjadi keterlambatan pengiriman barang, sehingga berimbas pada kenaikan harga barang.

“Pelni sampai saat ini masih disubsidi oleh pemerintah. Kenapa? Berangkat isi, sementara pulang kosong. Kalau tidak disubsidi, Pelni akan rugi. Perbedaan harga antara di Jawa dengan di daerah lain pun semakin jauh,” tuturnya dalam Maritime Talk yang diselenggarakan APMI bekerjasama dengan Perhimatekmi dan Departemen Sumberdaya Akuatik Universitas Diponegoro (31/3).



Peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2015 tentang ketahanan pangan dan gizi disebutkan bahwa distribusi pangan dilakukan untuk memenuhi pemerataan ketersediaan pangan keseluruh wilayah NKRI secara berkelanjutan (pasal 1). Dilakukan agar perseorangan dapat memperoleh pangan dalam jumlah yang cukup, aman, bermutu, beragam dan terjangkau (pasal 2). Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggungjawab terhadap distribusi pangan sesuai dengan kewenangannya (pasal 3).

Seperti dilansir Beritatrans.com, pengguna jasa subsidi tol laut memang didominasi oleh BUMN yang diberikan tugas dan tanggungjawab oleh Menteri Perhubungan, untuk membeli dan mendistribusikan barang kebutuhan pokok.

Barang prioritas pertama yang dimuat adalah beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, dan semen. Barang prioritas kedua yang dimuat adalah bahan kebutuhan pokok, seperti kedelai dan bahan baku tempe, cabe, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar yaitu bandeng, ikan kembung dan tuna, tongkol, cakalang. Sedangkan barang prioritas ketiga yang dimuat adalah benih padi, jagung, pupuk, Elpiji ukuran 3 kg, triplek, besi baja konstruksi dan baja ringan.

Oleh karena itu, diharapkan program ini bisa merangsang perekonomian daerah. Kapal akan membawa kebutuhan dasar manusia, yaitu sandang, pangan, dan papan. Karena melayani daerah 3TP, maka Pelni perlu disubsidi pemerintah. Program Tol Laut pun akan menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi daerah.
(DZ)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply