Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Bangkitkan Semangat Kemaritiman, Museum Bahari Gelar Pameran Foto Kapal Pinisi


PEMUDA MARITIM – Museum Bahari menggelar pameran foto kapal pinisi beserta kisah panjang di balik pembuatannya mulai Selasa (15/5) hingga tiga bulan ke depan.

Dalam pameran tersebut ditampilkan lebih dari tiga puluh foto karya Denny Yuriandi dan Dede Prianna dengan berbagai sudut pandang yang mereka tampilkan.

Selain itu, ditampilkan pula beberapa bentuk karya seni lain terkait tema pameran ini, seperti pahatan kayu, tali-tali yang digunakan pada kapal, hingga dayung dan kemudi yang biasa digunakan oleh kapal khas Nusantara tersebut.

Kapal Pinisi merupakan kapal layar tradisional khas Indonesia yang berasal dari suku Bugis Sulawesi Selatan. Kapal ini memiliki dua tiang layar utama dengan tujuh layar di atasnya. Tujuh layar tersebut berada di ujung depan sebanyak tiga layar, di bagian depan sebanyak dua layar, dan d di bagian belakang kapal sebanyak dua layar.

Ketujuh helai layar tersebut mengandung makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengarungi tujuh samudera besar di dunia. Orang-orang Bugis sendiri memang dikenal ahli dalam membuat kapal serta  dikenal merupakan suku bangsa pelaut yang tangguh.

Di masa lalu, kapal pinisi telah membawa orang-orang Bugis berlayar mencapai berbagai wilayah di Nusantara. Banyak dari mereka yang kemudian menetap di Jawa, Kalimatan, Sumatera, Papua, dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Dalam Sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Pulau Jeju Korea Selatan pada 7 Desember 2017 yang lalu, Kapal Pinisi diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia. Penetapan Pinisi ke dalam Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap teknik perkapalan tradisional peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia.

Pameran fotografi ini sendiri merupakan ajang pertama sejak terbakarnya Museum Bahari beberapa waktu yang lalu. Pameran ini terbuka untuk umum dan bisa dinikmati selama jam buka Museum Bahari.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply