Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Iperindo Perlu Sosok Pemimpin yang Bervisi Nasionalis


Oleh M. Arif Rachman, Ketua Umum Perhimatekmi

PEMUDA MARITIM – Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Bangunan Lepas Pantai (Iperindo) hari ini akan menggelar musyawarah nasional yaitu, tanggal 3 Mei 2018 di Jakarta berselang sehari dari Hardiknas tangal 2 Mei kemarin. IPERINDO adalah organisasi bisnis yang sudah cukup lama berdiri yang bergerak dalam bidang industri perkapalan dan offshore.

Kami melihat Iperindo saat ini perlu memiliki sosok baru yang memiliki visi nasionalis dalam pergerakannya, hal ini bukan di dasari tanpa alasan, namun melihat kondisi nyata saat ini di mana Iperindo pergerakannya masih terfokus terhadap orientasi binis dan mengesampingkan aset-aset yang juga bernilai. Salah satunya adalah keterlibatan organisasi pemuda dalam hal pemberdayaan SDM yang berkualitas. Banyak dari mahasiswa dan pemuda tekhusus dari organisasi mahasiswa perkapalan yang memiliki ide-ide serta gagasan dalam dunia kemaritiman dan perkapalan yang bagus. Baik dari riset keilmuan, ide bisnis maupun dalam hal inovasi kemaritiman di bidang perkapalan. Namun sampai saat ini hal tersebut belum di maksimalkan, banyak dari gagasan dan riset tersebut yang pada akhirnya tidak terpakai dan menjadi tumpukan buku riset ilmiah bahkan tidak pernah untuk di coba pengaplikasian nya secara langsung dalam dunia industri perkapalan.

Harapan kami, Iperindo dapat menjembatani para pemuda seperti ini untuk bekerjasama secara langsung, sehingga bukan menjadi hal yang mustahil Indonesia akan mampu mewujudkan visi “Poros Maritim”-nya, karena dari segi aktualisasi di lapangan Iperindo memiliki peranan besar dalam mengurusi segala hal yang berkaitan langsung dengan bisnis perkapalan dan offshore ini.

Selain dengan cara menjembatani penyerapan ide serta inovasi antara Iperindo dan organiasasi kepemudaan maritim dan mahasiswa, ke depannya Iperindo juga dapat bekerjasama secara langsung mengadakan banyak pelatihan-pelatihan soft skill maupun hard skill bagi calon SDM nya melalui perguruan tinggi dan organiasasi mahasiswa di bidang perkapalan, agar nanti nya perusahaan-perusahaan galangan kapal di Indonesia ini tidak perlu susah payah mengadakan hiring karyawan secara rekruitmen lagi atau bahkan kekurangan SDM yang terlatih, karena dengan adanya hal ini perusahaan-perusahaan dapat melihat, mendidik, dan menjadikan langsung SDM terlatih ini sebagai aset. Dan dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, ke depannya tidak akan ada lagi penyerapan tenaga kerja asing (TKA) dengan dalih tenaga kerja kita kurang terlatih ataupun minim padahal tenaga kerja lokal kita belum terserap secara optimal.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply