Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Macet Parah, Salah Satu Penyebabnya Common Gate NPCT 1


PEMUDA MARITIM – Keberadaan terminal petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, mau tak mau menimbulkan kepadatan jalan raya. Apalagi kendaraan didominasi truk pengangkut petikemas dan non petikemas, sementara fungsi jalan tol pun tidak banyak membantu mengatasi kemacetan.

Seperti sepanjang jalan raya Cilincing khususnya arah kawasan Marunda, jalan yang over capacity kerap terjadi di New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1) termasuk akibat limpahan dari Jakarta International Container Terminal (JICT) 1, JICT 2 dan TPK Koja.

Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Affandi John mengakui bahwa jalur yang disediakan NPCT 1 untuk akses bongkar muat ada tiga, karena antrian cukup lama maka banyak supir truk saling serobot.

“Dampak dari tingginya tarif tol akses pelabuhan Tanjung Priok juga mempengaruhi kemacetan. Karena mahal, pengemudi dan truk enggan masuk tol pelabuhan,” jelas Affandi John, Jumat (25/5).

Berdasarkan pantauan Maritimnews, kemacetan jelas terlihat di area fasilitas common gate atau tempat pemeriksaan barang masuk dan keluar milik NPCT 1 yang posisinya terlalu dekat dengan jalan raya, sehinggga jalan dipenuhi antrian truk menuju NPCT 1.

Ditambah terbitnya Surat Edaran Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok tentang Pengaturan jam kerja bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/Tahun 2018 yang ditandatangani pelaksana harian Kepala OP Tanjung Priok.

Dampak pada pelayanan common gate diwaktu istirahat dari pukul 03.00 – 05.00 sesuai surat edaran OP, membuat “beralihnya” fungsi jalan raya sebagai tempat antrian menuju gate. Maka bisa dibayangkan dalam waktu 2 jam saja stop operasi, berdampak macet luar biasa.

Kemacetan parah berbuntut panjang sampai wilayah pos 8 pelabuhan Tanjung Priok dan sekitarnya. Kini Pemerintah harus mengatur pola operasi kendaraan pengangkut petikemas dan non petikemas, antara lain pernah digaungkan oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply