Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Mahasiswa PTNU Se-Indonesia Harus Pertahankan NKRI dan Pancasila dalam Kancah Proxy War


PEMUDA MARITIM – Berbagai gerakan perbaikan bangsa ini umumnya juga dimotori oleh mahasiswa. Sejarah membuktikan bahwa gerakan mahasiswa menjadi motor perubahan pada bangsa Indonesia ini, seperti tritura tahun 1966 serta gerakan reformasi 1998.

“Untuk menangkal paham radikalisme tumbuh dan berkembang di Indonesia diperlukan strategi nasional untuk memantapkan Pancasila sebagai way of life bangsa,” terang Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan di Munas VI BEM PTNU Se-Nunsantara di kampus III Universitas Wahid Hasyim Semarang, (28/4).

Fokus utama dalam strategi nasional pembinaan ideologi Pancasila itu diarahkan pada upaya secara optimal dan komprehensif dalam internalisasi nilai-nilainya kepada seluruh masyarakat. Selain itu upaya defensif juga untuk memproteksi ideologi Pancasila dari serbuan ideologi asing dan pihak-pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

Sambung KaBIN, diperlukan kerjasama seluruh elemen bangsa dalam mendukung strategi nasional untuk penguatan ideologi Pancasila sebagai benteng dalam membendung dan menangkal pengaruh paham-paham radikal di Indonesia.

“Sangat diperlukan peran mahasiswa di seluruh perguruan tinggi agar kalangan muda potensial seperti mahasiswa ini dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya.

Strategi yang dapat diterapkan di perguruan tinggi untuk memperkuat ideologi Pancasila dan menangkal paham radikal, lanjutnya adalah dengan menggunakan New Public Management (NPM). Dalam metode ini peningkatan peran masyarakat dan mahasiswa dalam pengelolaan interaksi sosial di ranah publik ditujukan untuk menangkal berkembangnya radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

“Peningkatan peran ormas Islam seperti NU dalam menangkal radikalisme dan terorisme sangat besar. Di antaranya dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan yang berpedoman pada ajaran bahwa cinta tanah air merupakan sebagian dari iman,” imbuhnya.

Selain itu, menuurutnya, pemberdayaan ekonomi lokal di lingkungan pesantren dan masyarakat melalui UMKM dan koperasi juga bisa diandalkan dalam membendung upaya ini.

Ia berharap dalam Munas VI BEM PTNU se-Nusantara ini mahasiswa PTNU bisa mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. islam rahmat bagi alam semesta. Peran NU sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sejak jaman dahulu dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui fatwa Jihad dari KH Hasyim Asyari.

Hingga saat ini NU menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 80 juta orang. Demikian juga dengan peran pemuda dan mahasiswa NU terutama yang tergabung dalam 272 BEM PTNU sangat penting dalam mempengaruhi pemikiran dan perjuangan seluruh generasi muda di Indonesia dalam konteks kebangsaan dan keutuhan NKRI.

Masih kata KaBIN, mahasiswa PTNU juga menjadi mitra pemerintah untuk melawan gerakan radikal. “BEM PTNU berperan di dalam dan luar kampus untuk melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan kegiatan penguatan ideologi pancasila, nilai-nilai islami dan jiwa nasionalisme secara masif dan berkelanjutan termasuk di lingkungan masjid kampus dan orientasi pembekalan mahasiswa baru serta unit-unit kegiatan mahasiswa,” imbuhnya.

Selain itu BEM PTNU juga perlu berperan secara aktif dalam memerangi berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang sangat berpotensi menimbulkan konflik untuk memecah belah bangsa.

“Jangan menjadi proxy bagi pihak yang justru ingin merusak tatanan masyarakat madani yang kita bangun bersama. BEM PTNU harus mewaspadai setiap upaya pihak-pihak yang memiliki kepentingan sempit dan ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila dan keutuhan NKRI. BEM PTNU jangan sampai dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin memecah belah NKRI,” pungkasnya.

Di akhir penjelasannya, lulusan Akpol tahun 1984 ini juga meminta BEM PTNU untuk terus meningkatkan kompetensi melalui penguasaan IPTEK (teknologi finansial, informasi, dll); penguasaan kemampuan wirausaha untuk pengembangan ekonomi umat; dan kemampuan komunikasi serta social engineering untuk melakukan perubahan.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply