Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Optimalisasi Boom Baru dan Pengembangan Pelabuhan Sungai Lais


PEMUDA MARITIM – PT Pelabuhan Indonesia II/IPC Palembang menjawab tantangan pengembangan lahan pelabuhan Boom Baru yang terbatas, dengan menerapkan upaya optimalisasi. Upaya pertama adalah penataan ulang pola operasional, khususnya terhadap gudang penerima yang berada diluar lokasi pelabuhan.

“Kami ingin merealisasikan kesepakatan agar menambah jam kerja. Sebab untuk jumbo bag, gudang penerima hanya buka sampai jam 5 sore. Diharapkan waktu kerja di gudang paling tidak bisa sampai jam 12 malam,” jelas General Manager IPC Palembang, Agus Edi Santoso didampingi DGM Komersial Sabar Hariono kepada Maritimnews, Jumat (25/5).

Upaya kedua, lanjut Agus Edi, IPC Palembang akan mengembangkan potensi pelabuhan Sungai Lais. Saat ini terdapat 4 (empat) perusahaan yang memanfaatkan lahan pelabuhan Sungai Lais yakni PT London Sumatera, PT Dinar Jaya Energi, PT Trimitra Palm Niaga, dan PT Petro Arta Indo.

“Pelabuhan Sungai Lais punya lahan seluas 200 hektar, dan lahan yang idle masih sangat luas. Kedepan, permintaan baru kegiatan curah cair dan curah kering akan ditangani disana,” ujarnya.

Sebagai aset terpendam, pelabuhan Sungai Lais merupakan lahan yang belum sepenuhnya berproduksi optimal. Sebagian besar lahan disewakan kepada PT London Sumatera (sebagai mitra IPC terbesar) dan beberapa perusahaan dibidang Crude Palm Oil (CPO) dan High Speed Diesel (HSD).

Selain itu pelabuhan Sungai Lais yang masuk dalam Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKP) terdapat kegiatan perahu layar rakyat yang telah lama menempati area tersebut. “Kegiatan Pelra tetap ditampung oleh IPC pelabuhan Sungai Lais sesuai arahan Pemerintah,” pungkas Agus Edi.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply