Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Jangan Hanya Diving di Labuan Bajo atau Raja Ampat, Tengok Juga Keindahan Dunia Bawah Laut di Sikka, NTT


PEMUDA MARITIM – SUDAH menjadi rahasia dunia bahwa Indonesia sebagai negara maritim, yang wilayahnya lebih besar terdiri dari lautan dibandingkan daratan adalah salah satu spot atau lokasi diving paling indah di dunia.

Pesona bahari di Indonesia memang hadir dengan keindahan alam biota lautnya yang menawan. Maka tak heran tak hanya wisatawan Nusantara namun juga wisatawan mancanegara yang hobi menyelam di daerah perairan Indonesia.

Jika menyebut titik spot diving alias menyelam di lautan Indonesia, biasanya orang terfikirkan daerah Labuan Bajo, Raja Ampat, atau Alor. Tetapi tahukah Anda, bahwa alam bawah laut dan biota laut di daerah perairan Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur juga tidak kalah cantik?

Sikka sendiri sebenarnya bukanlah nama baru dalam peta wisata selam di Tanah Air, bahkan dapat dikatakan merupakan pelopor wisata scuba diving yang telah menjadi destinasi wisata selam dunia sejak 1970 silam. Namun sayangnya, pada tahun 1992 atau sekitar 25 tahun yanglalu wilayah ini diguncang musibang tsunami sebagai akibat terjadinya gempa tektonik bawah laut dengan kekuatas 6,8 skala ritcher yang akhirnya membuat timbulnya kerusakan pada wilayah laut seperti hancurnya terumbu karang, sehingga membuat nama Sikka sebagai primadona selam dunia lama kelamaan menjadi tenggelam.

Namun kini, setelah dua puluh lima tahun berlalu, Sikka telah pulih dari keterpurukan dan siap memanjakan para pecinta wisata selam dengan keindahan bawah lautnya. Lalu sebenarnya keunggulan apa sih yang dimiliki Sikka sebagai diving spot jika dibandingkan area-area diving spot lainnya di Indonesia? Menjawab hal ini, maka Okezone pun langsung bertanya kepada Drs. Kensius Didimus, sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka.

"Keunggulannya kita di Sikka ini punya biota laut yang tidak ada di diving spot lainnya di Indonesia. Di Sikka ada yang namanya Mac, yaitu ikan-ikan kecil yang suka bersembunyi di balik-balik rumput laut dan juga dedaunan, ini di Labuan Bajo tidak ada ditemukan itu," papar Kensius ketika dijumpai Okezone, Kamis (21/12/2017) dalam acara peluncuran buku "Sikka Underwater" di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

Kensius juga mengemukakan, biota laut yakni ikan mac yang ada di Sikka inilah yang juga menjadi daya tarik banyak wisatawan asing, khususnya yang datang dari benua Eropa .

"Wisatawan asing itu paling banyak datang dari Eropa, khususnya Belanda dan Spanyol. Nah yang mereka cari itu alam bawah laut kita yang indah, yang salah satunya adalah ikan mac itu karena di Labuan Bajo tidak ada makanya mereka sekarang larinya ke Sikka. Bahkan sampai bisa belasan hari tinggal di Sikka untuk mencari itu," tambahnya.

Selain keunggulan dari sisi ragam biota laut, seperti yang disebutkan oleh Muljadi Pinneng Sulungbudi sebagai kepala project buku Sikka Underwater dan fotografer underwater profesiona. Kabupaten Sikka, contohnya Pulau Babi, Teluk Maumere , Pangabatang North, Tanjung Darat Pondok, dan lain-lain sebagai diving spot juga disebutkan memiliki keunggulan dari segi akses yang mudah ke Maumere dan dari segi sisi kebersihan lautnya.

"Sikka gampang untuk diakses sehingga jadi lebih mudah untuk dicapai, ditambah lagi dari sisi kejernihan air lautnya," imbuhnya singkat.

Untuk akses, Kabupaten Sikka sendiri diketahu berada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dengan Maumere sebagai ibu kota kabupaten. Maumere hadir dengan fasilitas bandar udara terbesar di Pulau Flores, yang menjadikannya sebagai pintu gerbang ke wilayah timur Flores dan sekitarnya. Sehingga dapat dikatakan Maumere ini merupakan jalur pelancong dan wilayah yang ramah pelancong dengan adanya sarana dan prasarana penunjang pariwisata di sana.



Sumber: okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply