Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Ke Depan, IPC Logistic Services sebagai Vendor, Bukan Broker


PEMUDA MARITIM – Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di pelabuhan, IPC Logistic Services atau PT Multi Terminal Indonesia (MTI) tertantang mengembangkan usaha logistik. Ke depan dibutuhkan inovasi serta sinergitas dengan BUMN lain, MTI harus berperan sebagai vendor transportasi.

Apalagi MTI ingin jadi perusahaan scope nasional bahkan internasional, jangan hanya sebagai broker saja. Dengan bermodal izin Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM), maka seluruh mitra transportasi sepatutnya dapat dikuasai oleh MTI dengan pola sinergi antar BUMN.

Sekarang ini, tidak semua customer yang dilayani IPC Logistic Services atau MTI adalah pemilik barang/cargo owner. Sebut saja Krakatau Posco, IKEA, INKA yang telah kontrak pelayanan dengan MTI.

Namun masih banyak juga yang berasal dari tangan kedua. Sekali lagi, ke depan diharapkan MTI mampu menghandle Storage/Warehouse, Transportasi dan Distribusi untuk satu produsen.


Jasa Layanan MTI

Dari sisi layanan, IPC Logistic Services atau MTI menawarkan jasa International Freight Forwarding baik ekspor/impor, interinsuler/domestic, custom clearance, distribusi cargo, project cargo, special handling, Non Vessel Operating Common Carrier (NVOCC) dengan keagenan yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Sedangkan dari sisi fasilitas, IPC Logistic Services memiliki gudang (warehouse) serta Distribution Center baik gudang LCL maupun domestic yang dilengkapi berbagai fasilitas logistik modern ditunjang perlengkapan IT yang canggih.

Keunggulan lainnya, keberadaan gudang dan Distribution Center tersebut berada di dalam Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadikan distribusi barang dari pelabuhan ke consignee (pemilik barang) menjadi mudah dan lebih efisien.

Di samping itu, MTI juga mengoperasikan Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) CDC Banda sebagai tempat pemeriksaan fisik terpadu antara Bea dan Cukai dan Karantina. Keberadaan TPFT CDC Banda membuat pemeriksaan barang menjadi lebih efektif karena berada dalam satu lokasi.

Fasilitas lainnya berupa lapangan penumpukan maupun pelabuhan darat (dry port) yakni lapangan 215X seluas 20 ribu meter yang ditunjang peralatan bongkar muat handal serta CCTV untuk melayani jasa penumpukan dan lift on/off petikemas. Lapangan Utep Pasoso (Dry Port) serta Lapangan 220X menangani angkutan petikemas dari Jakarta ke Surabaya maupun Bandung atau sebaliknya.

“Kami punya gudang seluas 3600 meter serta lapangan 12 ribu meter untuk Halal Logistic dan Cold Storage didukung berbagai peralatan bongkar guna melayani penanganan dan distribusi barang-barang konsumsi produk halal serta pelayanan reefer plug,” jelas Direktur Operasi MTI, Suparjo, disela-sela buka puasa bersama Forwami, di Holiday Inn Jakarta, Senin (28/5).

Kemudian untuk mendukung kebutuhan transportasi darat, IPC Logistic Services atau MTI mengoperasikan ratusan unit armada seperti mobil trailer, box, dan box cooler yang dilengkapi dengan GPS (Global Posititioning System) agar pergerakan kendaraan bisa dipantau secara akurat.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply