Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Terlibat dalam Konferensi Tuna di Bali, Maritim Berkarya Turut Perjuangkan Indonesia sebagai Pasar Tuna Dunia


PEMUDA MARITIM – Dalam Konferensi Bali Tuna ke-3 yang berlangsung di Bali pada 31 Mei- 1 Juni 2018, turut hadir delegasi Maritim Berkarya dalam forum internasional tersebut. Ketua Harian Maritim Berkarya, Ganti Lubis dalam momentum tersebut memberikan pandangannya terkait kiprah Indonesia untuk menjadi pasar tuna terbesar di dunia.

”Untuk prospek market tuna sekarang ini memang sangat berpeluang sekali Indonesia merajai dunia karena potensi tuna yang besar, terutama untuk kawasan Indonesia Timur,” ujar Ganti Lubis kepada maritimnews, (2/6).

Pasalnya bisnis perikanan tuna sangat menggiurkan. Sehingga ketika Indonesia menjadi merajai pasar tuna dunia akan berimplikasi bagi kesejahteraan nelayan dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor kelautan.

“Nasib nelayan tuna yang menyangkut kesejahteraan hidupnya perlu untuk dierhatikan lebih lanjut oleh pemerintah dengan membuka akses fasilitas untuk menangkap dan pengolahannya,” tambahnya.

Ikan tuna yang merupakan jenis ikan high migratory menjadi primadona hingga mancanegara. Permintaan tuna dunia yang tinggi (cenderung overcapacity) membuat industri tuna kian bergairah dari tahun ke tahun. Produk tuna yang disukai oleh semua kalangan ini membuat harga jualnya makin melambung. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tuna terbesar memiliki potensi besar merajai pasar tuna internasional.

Indonesia sangat pantas diperhitungkan dalam bisnis tuna. Data resmi FAO melalui SOFIA pada tahun 2016 terdapat 7,7 juta metrik ton tuna dan spesies seperti tuna ditangkap di seluruh dunia. Di tahun yang sama Indonesia berhasil memasok lebih dari 16% total produksi dunia dengan rata-rata produksi tuna, cakalang dan tongkol Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta ton/tahun. Sedangkan volume ekspor tuna Indonesia mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta USD pada tahun 2017.

Jenis ikan tuna beragam, yaitu tuna mata besar (bigeye tuna), madidihang (yellowfin tuna), albakora (albacore), cakalang (skipjack tuna) dan tuna sirip biru selatan (southern bluefin tuna). Dengan harga yang terjangkau, ikan tuna memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi permasalahan gizi buruk yang masih banyak terjadi di Indonesia. Selain protein yang tinggi, tuna juga mengandung vitamin A, D, B6, B12 dan kaya akan mineral. Ikan tuna juga kaya akan omega 3 lebih tinggi daripada daging ayam dan sapi yang bermanfaat menjaga kolesterol dan jantung.

Maritim Berkarya selaku sayap Partai Berkarya yang bergerak di bidang kemaritiman berharap dari forum ini dapat memantapkan peluang Indonesia dalam hulu hilir perdagangan tuna dunia.

“Ini kesempatan kita buat merajai pasar tuna dunia. Kita akan terus mengawal dan memperjuangkan visi itu dengan menjadi mitra pemerintah,” pungkas Ganti Lubis.



Sumber: Maritim News

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply