Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Angkat Masalah Plastik Laut, Wasekjen APMI Bersama Grupnya Raih Penilaian Project Plan Terbaik di Summer School Konservasi Laut Internasional

Kaisar Akhir bersama Grup Proyeknya dan Direktur Konservasi BWI, Dr. Peter Mackelworth

PEMUDA MARITIM –  Akhir Juni yang lalu, salah satu anak muda Indonesia kembali menorehkan prestasi yang  membanggakan dalam bidang kelautan di tingkat internasional. Ia adalah Kaisar Akhir, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI). Kaisar bersama grupnya yang bermain peran sebagai sebuah non-governmental organization (NGO) bernama Zero Plastic (0P) berhasil mendapatkan hasil penilaian tertinggi atas presentasi sebuah rencana proyek konservasi di ajang International School of Marine Conservation Science (isMCS) 2018 yang diselenggarakan oleh Department of Biodiversity, FAMNIT - University of Primorska (Slovenia), Department of Fisheries and Wildlife - Oregon State University (Amerika Serikat), dan Blue World Institute (BWI) of Marine Research and Conservation (Kroasia).

Rekan-rekan satu grup dengan Kaisar ialah sesama peserta isMCS 2018 yang berasal dari negara berbeda, yaitu Anika dari Jerman, Rita dari Kroasia, Mikel dari Spanyol, dan Mari dari Finlandia. Mereka berlima mengangkat masalah sampah plastik laut di pantai Kroasia untuk diselesaikan dengan proyek yang dinamakan No Plastic – Fantastic. “Proyek ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi plastik masyarakat di tiga lokasi pantai di Kroasia, yaitu Paradise Beach, Puntamika, dan Saplunara,” ungkap Kaisar.

Metode yang akan digunakan dalam proyek No Plastic – Fantstic meliputi pengambilan data sampah plastik dengan aksi bersih dan pemilahan jenis sampah plastik di pantai, edukasi ke masyarakat, workshop dengan berbagai pemangku kepentingan, pameran karya seni dari sampah plastik, dan penggunaan teknologi GIS untuk monitoring dan evaluasi kemajuan proyek.

Adapun penilaian rencana proyek yang juga sebagai ujian akhir dari summer school ini meliputi aspek pentingnya penelitian yang ingin diterapkan, landasan sains yang digunakan, rencana penggunaan dana, detail pelaksanaan kegiatan, upaya pelibatan masyarakat, dan dampak dari pelaksanaan proyek.

“Selain grup kami, ada 3 grup proyek lainnya dengan mengangkat isu dan lokasi yang berbeda dan bagus-bagus juga. Kami sangat bersyukur bisa meraih prestasi ini dan sebagai bentuk penghargaan, anggota grup Zero Plastic (0P) mendapatkan kaos eksklusif dari BWI,” ungkap bahagia Kaisar saat dihubungi oleh tim redaksi.

Summer school ini diselenggarakan dari tanggal 21-30 Juni 2018 berlokasi utama di Koper, Slovenia. Selain sesi kelas dan field trip di Slovenia, program isMCS 2018 juga ke Trieste, Italia serta Pula dan Losinj Island, Kroasia. Keikutsertaan Kaisar pada summer school ini sebagai perwakilan World Maritime University (WMU) di Swedia. Sebagai informasi, saat ini Kaisar merupakan mahasiswa program MSc in Maritime Affairs dengan spesialisasi Ocean Sustainability, Governance and Management di WMU.

“Dengan pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan dari summer school konservasi laut ini, saya akan implementasikan untuk menjadi bagian dalam solusi penanganan masalah sampah plastik dan konservasi biota laut di Indonesia agar sumber daya laut kita bisa berkelanjutan, artinya dapat dinikmati bukan hanya oleh kita yang hidup saat ini tapi juga generasi bangsa yang akan datang,” pungkas Kaisar.


Edited by Ulfa.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply