Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » APMI: Inspirasi dan Wadah Pemuda Bangun Maritim di Daerah Istimewa Yogyakarta


PEMUDA MARITIM –  Sejak resmi secara hukum melalui akta notaris tahun 2014 dan SK Menkumham RI tahun 2015, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) semakin mendapatkan respons positif dari para pemuda seluruh Indonesia. “Hal ini dibuktikan dengan pendirian Komisariat APMI berbagai daerah secara inisiatif dan sukarela oleh para pemuda setempat untuk bergerak dan berkontribusi nyata bersama bangun maritim Indonesia”, ungkap Yeldi S. Adel, Koordinator Bidang Pengembangan Potensi Maritim APMI.

Juni lalu, beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan beberapa kali pertemuan untuk mendiskusikan pendirian Komisariat Daerah (Komda) APMI DIY. Puncaknya pada tanggal 6 Juni 2018 bertepatan dengan Hari Laut Sedunia (World Oceans Day), Komda APMI DIY resmi berdiri dengan diterbitkanya Surat Keputusan Pimpinan Pusat APMI dengan Nomor 018/SK-1B/022/APMI/VI/2018.

“Kami senang semakin banyak rekan-rekan pemuda yang tertarik untuk bergabung bersama APMI. Setiap kita memiliki peran dan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian sumber daya laut dan keberlangsungan bangsa, utamanya para pemuda sebagai agen perubahan. Untuk itu, sudah saatnya kami sebagai pemuda ambil peran secara signifikan dan tetap optimis dalam membangun kemaritiman di Bumi Pertiwi”, kata Koordinator Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan SDM APMI Asep Akmal Aonullah.

Adapun komposisi pengurus inti Komda APMI DIY, yaitu Iqbal Teguh Rahman sebagai Ketua yang merupakan mahasiswa Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), Andi Iswah sebagai Wakil Ketua dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Febri Kurniawan selaku Sekretaris dan Karina Isnaini Putri selaku Bendahara yang keduanya mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Dengan komposisi pengurus dari berbagai latar belakang keilmuan dan kampus yang berbeda, Komda APMI DIY hadir sebagai inspirasi dan wadah pemuda untuk berkontribusi bangun maritim di DIY secara holistik.

Iqbal mengatakan, “Sebagai mahasiswa, kita sudah seharusnya dapat menjadi inspirasi dan memberikan dorongan bagi pemuda di sekitar dan berkontribusi dalam masyarakat. DIY dengan potensi maritimnya yang menjanjikan, memerlukan perhatian kita semua agar potensi tersebut bukan hanya sekadar angka di atas kertas tapi juga berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah pesisir.”

Panjang pantai DIY sekitar 113 kilometer. Secara administratif terdapat tiga kabupaten yang mempunyai wilayah pesisir, yaitu Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo. Wilayah pesisir dan laut DIY memiliki sumberdaya potensial seperti perikanan, energi dan sumberdaya mineral serta jasa lingkungan. Selain memiliki sumber daya potensial yang mempunyai nilai ekonomi, wilayah pesisir dan laut DIY juga memiliki peran strategis dalam perdagangan lokal, nasional, dan internasional karena berbatasan dengan Samudra Hindia. Potensi sebesar ini, sampai sekarang belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, wilayah pesisir merupakan tempat tinggal bagi sekitar 11% penduduk DIY dengan tingkat kesejahteraan yang relatif tertinggal dibanding wilayah lain. Pembangunan di DIY selama ini cenderung terkonsentrasi di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan bagian utara wilayah Kabupaten Bantul yang lebih fokus kepada ekonomi yang berorientasi daratan. “Potensi maritim daerah pesisir DIY yang besar, terutama pariwisata bahari, perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan energi terbarukan menjadi alasan kami untuk mendirikan Komda APMI DIY. Harapannya kami dapat membantu masyarakat dan pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi maritim yang ada dengan memperhatikan aspek sosial, lingkungan dan ekonomi secara gotong royong”, pungkas Iswah.


Sumber: Humas APMI DIY

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply