Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » Ikan Sidat Terancam Punah Jika Terus di Eksploitasi

Ikan Sidat
Masyarakat Indonesia dan dunia saat ini sudah banyak yang menyadari akan potensi ikan sidat karena gizi dan peluang ekspor ikan sidat tersebut serta harganya yang bisa mencapai Rp. 300.000,- /Kg, banyak investor asing seperti jepang menanam saham untuk membudidayakan ikan sidat di Indonesia yang kemudian di ekspor ke negara jepang. Saat ini Indonesia sedang bersaing dengan beberapa produsen ikan sidat seperti Vietnam, Korea dan Jepang. Namun yang perlu diketahui ternyata benih yang negara tersebut peroleh berasal dari Indonesia. benih ikan sidat banyak ditemukan di Sulawesi tenggara dan untuk budidaya banyak dilakukan di Banyuwangi dan Pelabuhan ratu yang kemudian hasilnya di ekspor, per minggu dapat mencapai 500kg untuk tujuan ekspor jepang.

Permintaan pasar ekspor yang tinggi memicu kegiatan penangkapan ikan sidat menjadi tidak terkontrol di berbagai daerah di Indonesia, bahkan menurut Dr. Zainal Arifin, Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) “Penangkapan ikan sidat tanpa mengindahkan kelangsungan hidupnya di masa yang akan datang akan menyebabkan kepunahan spesies tersebut. Tidak menutup kemungkinan dalam satu dekade mendatang ikan sidat tropis akan mengalami penurunan populasi alamiahnya seperti ikan sidat Atlantik ( A. Anguilla dan A. rostrate ) serta ikan sidat Pasifik ( A. japonica ) yang siap masuk daftar CITES, yang berarti tidak bisa lagi dieksploitasi karena jumlah populasinya yang tinggal sedikit”.

Menanggapi akan hal itu pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. Per. 19/Men/2012 tentang larangan pengeluaran benih sidat (Anguilla spp) dari wilayah negara RI ke luar wilayah negara RI, karena selain untuk kegiatan konservasi hal ini untuk menanggulangi ekspor illegal benih ikan sidat yang dilakukan oleh para pengusaha yang tidak bertanggung jawab dan dapat merugikan untuk negara Indonesia itu sendiri. Benih ikan sidat yang dilarang untuk di ekspor adalah ukuran kurang dari atau sama dengan 150gr/ekor guna perlindungan dan keberlanjutan benih sidat dalam negeri dan dalam ekosistem.

Pelestarian ikan sidat untuk pembangunan perikanan Indonesia yang lebih baik Kasubbag Pendayagunaan dan Pelestarian Lokal PSPL Serang mengatakan bahwa telah melepas sebanyak 40box benih ikan sidat kelaut sebagai bentuk perlindungan terhadap biota laut untuk kelestarian ikan yang ada di Perairan Muara Probo Caringin, Kecamatan Labuan yang kelak akan memberikan manfaat bagi nelayan (18/07/18). Hal ini bisa menjadi sesuatu yang baik untuk membantu mewujudkan percepatan pembangunan industri perikanan nasional seperti yang telah di instruksikan Presiden RI Inpres No. 7 Tahun 2016 dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia baik nelayan, pembudidaya, pengolah maupun pemasar hasil perikanan khususnya ikan sidat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan dari populasi ikan sidat itu sendiri.
 
Penulis:
Neneng Riska Restiani
Mahasiswa Perikanan FPIK UNPAD
(riskarestiani12@gmail.com)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply