Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » » » Simposium PERHIMATEKMI; Kesiapan Sektor Maritim dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Kolonel Bakamla Salim, SE

PEMUDA MARITIM – Surabaya (9/2), Bersamaan dengan Musyawarah Kerja Nasional PERHIMATEKMI, diselenggarakan Simposium yang mengangkat tema "Kesiapan Sektor Maritim dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0" dengan pembicara Kolonel Bakamla Salim, S.E. Tema ini diangkat mengingat cita-cita indonesia untuk menjadi poros maritim dunia bersamaan dengan kemajuan teknologi Revolusi Industri 4.0. Kegiatan Simposium ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Bapak Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc dan Wakil Dekan III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Bapak Dwisetiono, S.T., M.MT. Simposium ini diselenggarakan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana Sektor Maritim Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Kegiatan Simposium dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, dilanjutkan oleh Ketua PERHIMATEKMI Muhammad Fathan kemudian oleh Ketua Panitia Musyawarah Kerja Nasional PERHIMATEKMI Randy Rumbawa. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan menyatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 sangat erat hubungannya dengan era digital dan diharapkan para generasi muda bangsa sudah siap dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.


Kolonel Bakamla Salim memulai dengan menjelaskan sejarah kemaritiman sejak jaman kerajaan Sriwijaya, bagaimana Sriwijaya tetap kokoh berdiri walaupun berada di dua kekuatan besar India dan China. Kolonel Bakamla Salim menekankan bahwa Indonesia sangat berpotensi sebagai poros maritim dunia.

Sebagai penutup, Kolonel Bakamla Salim menyatakan beberapa poin-poin penting sebagai berikut :
1. Pentingnya mengerti jatidiri bangsa sebagai energi penggerak untuk mempercepat kejayaan Indonesia sebagai Bangsa Maritim.
2. Indonesia memiliki sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang kuat untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, dan kita siap untuk menghadapi era baru ini dengan jiwa gotong royong dan perilaku yang baik.
3. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan, perekonomian maritim harus dibangun dengan agresif, dan digerakkannya pemahaman budaya maritim dalam setiap aspek kehidupan berbangsa.
4. Poros Maritim Dunia adalah cetak biru upaya memperkuat DNA Indonesia sebagai bangsa maritim yang inovatif. Cita-cita ini akan bisa segera tercapai apabila kita mampu beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0
5. Revolusi Industri 4.0 sudah didepan mata dan kita tidak bisa menolak atau menghindarinya, wajib untuk mempersiapkan dan berbenah diri agar kita menjadi pemenang.
6. Indonesia adalah negara besar yang berada di tengah-tengah persaingan pengaruh dua negara adi daya dunia, tetap waspada dan meningkatkan ketahanan bangsa dan waspada terhadap kegiatan yang dilakukan negara lain di perairan kita yang  dapat mengganggu kedaulatan dalam era Revolusi Industri 4.0

Kolonel Bakamla Salim berfoto bersama panitia penyelenggara



Sumber: KMI PERHIMATEKMI

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply