Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Bakamla Tunjukan Peran Sebagai Indonesian Coast Guard Dengan Hadir dalam Sidang IMO

Direktur Kerjasama Bakamla Kolonel Bakamla Salim (kanan) dalam Sidang IMO di London, 5 Juni 2019. Foto: Dok Bakamla.

PEMUDA MARITIM – Bakamla RI berkomitmen untuk selalu berperan aktif dalam setiap perhelatan kemaritiman baik dalam dan luar negeri. Hal itu turut mendukung tugas dan fungsi Bakamla sesuai yang diamanahkan oleh UU No.32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

Bakamla mengirim Direktur Kerjasama Kolonel Bakamla Salim sebagai perwakilan dalam delegasi RI untuk mengikuti sidang Maritime Safety Committte (MSC) 101stsession, yang berlangsung dari tanggal 5-15 Juni 2019 di Kantor International Maritime Organization (IMO) London, Inggris,

Selain Bakamla, instansi nasional yang mengirim perwakilannya antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Pelindo, dan TNI AL yang diwakili Pushidrosal. Masing-masing perwakilan memperkuat tujuan bangsa di sidang-sidang MSC 101st  IMO beberapa hari ke depan.

Sidang dibuka pada hari Rabu, 5 Juni 2019 dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal IMO, H.E. Kitack Lim, dengan agenda antara lain; credentials, Decisions of other IMO bodies, Regulatory scoping exercise for the use of Maritime Autonomous Surface Ships (MASS), Goal-based new ship construction standards, Pollution prevention and response (fuel oil matters only), Development of further measures to enhance the safety of ships relating to the use of fuel oil.

Sidang MSC101st IMO kali ini dihadiri oleh 160 negara dari 172 negara anggota IMO. Pada hari pertama sidang, dibagi dalam 3 tiga working group di mana seluruhnya dihadiri oleh perwakilan dari delegasi Indonesia. Beberapa masukan penting dari delegasi Indonesia dalam pembuatan dokumen MASS adalah; pentingnya mempertimbangkan aspek komunikasi, perizinan kepada Port Authority, Ciber Security, seafarear qualification, liability aspect of the ship dan Situation under distress.

Sesuai dengan bidangnya, Bakamla saat sidang tentang measures to enhance maritime security, Piracy and armed robbery against ships, Unsafe mixed migration by sea dan formal safety assessment telah mmenyuarakan pandangannya berdasarkan dinamika dan pengalaman yang dilaluinya.

Dalam peningkatan Maritime Security, Bakamla menjadi leading sector dalam Heads Of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM) yang beberapa bulan lalu dilaksanakan penyelenggaraan latihan dengan menghadirkan 17 Negara anggota HACGAM. Penyelenggaraan kegiatan pelatihan itu merupakan komitmen Bakamla dalam forum HACGAM.

“Terhitung sejak tahun 2017, Bakamla sebagai Indonesian Coast Guard berkomitmen untuk menjadi salah satu Lead Pilar Capacity Building agar dapat secara langsung memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan dan kapasitas anggota-anggota HACGAM,” ujar Salim dalam keterangannya.

Begitu pula dengan kegiatan lainnya yaitu Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) dengan mengundang 22 Negara yang membahas tentang aspek hukum laut. Tak hanya itu, event tersebut juga membahas permasalahan-permasalahan maritim lainnya.

Dalam momentum ini, Bakamla juga membeberkan perencanaan pembangunan ke depan yang tidak hanya mampu dalam Capacity Building saja, melainkan pembangunan infrastruktur dalam memberikan informasi dan data-data yang akurat terhadap aktivitas-aktivitas di laut secara real time juga tengah dipersiapkan.

“Infrastruktur itu juga terhubung dari tiap-tiap Coastal Station atau Mobile Station dengan Command Center yang ada di Markas Besar Bakamla. Dengan demikian, diharapakan dapat menekan pelanggaran atau tindak illegal di laut dan dapat memberikan respon yang cepat terhadap tindak kejahatan maupun SAR di laut,” tutur Salim.

Sambung Salim, pada sesi sidang Navigasi nantinya delegasi RI juga akan memperjuangkan dan mengukuhkan kembali finalisasi hak-hak Indonesia dalam menyelenggarakan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok.

“Semoga dengan perjuangan ini, bangsa Indonesia akan semakin kuat posisi bargaining di dunia Internasional, terutama dalam memperjuangkan wilayah kedaulatan maritimnya. Bangsa Indonesia juga memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan kemajuan mariitm dunia. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan Petunjuk dan Bimbingan-Nya kepada para delegasi dan rakyat Indonesia,” tutupnya

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply