Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » Kompleksitas Tugas dan Rencana Pembangunan Bakamla

Kolonel Bakamla Salim Paparkan Kompleksitas Bakamla

PEMUDA MARITIM – Kegiatan South East Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLEI), Technical Expert Workshop dilaksanakan pada tanggal 21 sd 28 Juni 2019 di Bali. Sesuai dengan penekanan Presiden RI dan sesuai dengan UU No 32 tahun 2014 mengharapakan kehadiran Bakamla untuk mengemban Fungsi Coast Guard yaitu Maritime Security, Maritime Safety dan Maritime Defence. Plh Direktur Kerjasama, Kolonel Bakamla Salim ditunjuk sebagai pembicara dari Indonesia Maritime Agency. Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6).

Materi yang disampaikan adalah Kompleksitas Tugas dan rencana Pembangunan Bakamla kedepen. Materi tersebut merupakan bagian dari pembahasan dalam workshop selain penyamaan persepsi tentang perundang-undangan an kelautan masing-masing negara, maritime domain awareness, serta isu isu kemaritiman lainnya.

Plh Direktur Kerjasama Bakamla Kolonel Bakamla Salim
Nilai potensi maritim Indonesia pada tahun 2015 mencapai 2046 Trilyun Rupiah, oleh karenanya diperlukan kebijakan Kebijakan Poros Maritim Dunia yang Appropriate, Effective dan Competitive dalam berbagai sektor Perikanan, Coastal Economy, Biotechnology, Marine Tourism, Oil dan Gas serta Maritime Transport.

"Visi Poros Maritim Dunia dihadapakan pada Ancaman Traditional Maritime maupun non Traditional Maritime threat harus mampu merubah struktur penegakkan hukum dilaut menjadi lebih baik dan terarah dimana saat ini terdapat sekitar 26 Undang-undang dan 11 Instansi selain Bakamla yang berwenang untuk melaksanakan penegakkan hukum di laut." terang Salim

Lanjut  Salim, Membentuk Bakamla sebagai Indonesia Coast Guard memerlukan dukungan dari semua stake holder dan dukungan rakyat agar tercipta Maritime Security yang diharapkan baik di wilayah periran Indonesia maupun Kawasan yang akan memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia.

Prihal peningkatan pembangunan Bakamla, Salim menyampaikan bahwa Bakamla telah menyusun Doktrin Bakamla, Road Map Bakamla hingga 2024, Strategi Maritim dan perencanaan pembangun Pusat Komando, Kendali dan Survaillance, Coastal Station pada tiap-tiap Choke point dan titik area lainnya serta Mobile Station yang dilengkapi dengan RHIB maupun Heli yang berkemampuan Maritime Interdiction Operation.

"Perencanaan pembangun Bakamla sesuai dengan Konsep Operasi Bakamla hingga 2029 bukan suatu kemewahan yang berlebihan tetapi untuk menegakkan kedaulatan di laut pada saat damai berkepanjangan Maritime Law Enforcement harus di utamakan dan di kedepankan". tutup Kolonel Salim dalam paparanya.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply